Menyusun penelitian yang baik ternyata tidak melulu soal teori, tapi juga soal keberanian merancang strategi yang tepat sejak awal. Itulah semangat yang dibawa Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas PGRI Semarang dalam Webinar Nasional bertajuk “Strategi Rancang Desain Penelitian: Membangun Metodologi Riset yang Baik dan Teruji”, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 10 Juli 2026.
Sejak siang hari, para dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Dasar sudah memenuhi ruang virtual webinar ini. Antusiasme itu wajar, sebab bagi mahasiswa pascasarjana, ketepatan merancang metodologi penelitian kerap menjadi tantangan tersendiri, mulai dari menyelaraskan rumusan masalah dengan metode, hingga menyusun instrumen yang benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, webinar ini menghadirkan dua narasumber yang membagikan pengalaman dan keahliannya dari dua sudut pandang yang saling melengkapi. Dr. Mohamad Ikram Zakaria dari Universiti Teknologi Malaysia mengupas tuntas seluk-beluk desain penelitian kualitatif dan kuantitatif di bidang pendidikan. Dengan cara yang mudah dicerna, ia mengajak peserta memahami bahwa ketepatan memilih pendekatan penelitian adalah pondasi utama sebuah karya ilmiah yang kuat. Sementara itu, Prof. Dr. Achmad Buchori, M.Pd. dari Universitas PGRI Semarang berbagi wawasan mengenai desain penelitian pengembangan bagi mahasiswa pascasarjana, lengkap dengan langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan peserta dalam penelitian mereka masing-masing.
Suasana diskusi yang dipandu oleh moderator Dr. Iin Purnamasari, M.Pd. berlangsung hangat dan hidup. Berbagai pertanyaan mengalir dari peserta, mulai dari kebingungan menentukan metode penelitian yang tepat hingga cara memastikan ins
trumen penelitian benar-benar teruji, menandakan bahwa topik ini memang menjadi kebutuhan nyata bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan tesis mereka.
Lewat webinar ini, Program Studi Magister Pendidikan Dasar berharap para mahasiswa pulang dengan bekal yang lebih dari sekadar teori, melainkan juga kepercayaan diri untuk merancang penelitian yang sistematis, tepat sasaran, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dasar di Indonesia.
Sampai jumpa di kegiatan akademik berikutnya!



